Garam yang Tawar dan Terang yang Bersembunyi

Istilah garam dan terang dunia tentu tidak asing lagi di telinga para pengikut Yesus. Bagaimana tidak? Dari balita hingga lanjut usia, dari Sekolah Minggu hingga kebaktian kaum lansia, umat Tuhan terus mendengarkan Firman tentang garam dan terang dunia. Garam berfungsi memberi rasa serta mencegah dan menghentikan pembusukan sedangkan terang berfungsi untuk menerangi kegelapan.

Di tengah umumnya istilah garam dan terang dunia di kalangan umat Tuhan, terdapat sebuah realita lain yang membuat kita bertanya-tanya. Jika kita disebut garam dan terang dunia, mengapa bangsa kita – yang hanya bagian kecil dari dunia – membusuk dan menyuram? Ketidakadilan, kejahatan, dan ketidakbenaran dapat dengan mudah ditemukan baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Tidak ada satu pun bagian kehidupan yang luput. Kegelapan meraja, kebusukan tercium di mana-mana. Padahal ada umat Tuhan di negeri ini, ada garam dan terang dunia di bangsa ini!

Realita kehidupan saat ini menegur kita, “Hei! Para garam dan terang dunia, di mana kalian?!” Menengok ke dalam gereja Tuhan sebagai tempat produksi garam dan terang dunia, kita dapat temukan jawabannya. Selama ini gereja Tuhan kurang menyerukan panggilan bagi setiap umat Tuhan untuk berkarya aktif sesuai dengan bidangnya masing-masing bagi bangsa. Anak-anak muda dinasehati agar tidak masuk ke bidang-bidang yang ‘kotor’ dan gelap seperti hukum, politik, ataupun pemerintahan tetapi disarankan mengambil jalan-jalan yang relatif ‘aman’. Akibatnya para terang diajarkan untuk takut pada tempat gelap dan digiring untuk menyembunyikan diri di balik gedung gereja. Garam kumpul dengan garam, terang kumpul dengan terang. Hasilnya, tempat yang gelap tetap gelap, dan yang tawar tidak pernah menjadi asin.

Lain dari saat ini, di masa lalu kita temukan para garam yang mengarami dan terang yang menerangi bangsa. Yap Thiam Hien, misalnya, memuliakan Kristus sebagai pengacara maupun politikus. Besarnya sumbangsih beliau dalam bidang hak asasi manusia (HAM) membuat nama beliau diabadikan dalam penghargaan untuk orang-orang yang berjasa besar bagi penegakan HAM di Indonesia. Di dunia pengacara yang dikenal penuh kebengkokan dan kecurangan, Yap menjadi terang dengan sikap hidupnya yang lurus dan jujur.

Kemudian ada juga Arnold Mononutu yang mengupas Pancasila dengan menggunakan ayat-ayat Injil di tengah-tengah sidang Konstituante (badan khusus yang dibentuk untuk menyusun Undang-Undang Dasar baru pada tahun 1956-1959). Penafsiran Mononutu tentang Pancasila tersebut bahkan berhasil membuat terharu hati seorang M. Natsir, politikus partai Muslim Masyumi yang saat itu keras sekali memperjuangkan berdirinya negara Islam di Indonesia. Baik Yap Tiam Hien maupun Arnold Monotutu bak Daniel dalam kisah Alkitab. Mereka menjadi pribadi-pribadi yang mengasihi Allahnya dan berdampak bagi bangsanya. Hidup mereka memberi rasa, dan menerangi bidang-bidang kehidupan yang mereka geluti.

Generasi kita harus bangkit dan melakukan perkara-perkara yang lebih besar dari generasi Arnold Monotutu maupun Yap Tiam Hien! Namun itu hanya bisa terjadi jika para garam tidak menjadi tawar dan para terang tidak bersembunyi. Yesus sudah memperingatkan kita mengenai hal ini, katanya, “Jika garam itu menjadi tawar,” kata-Nya, “dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Celaka benar konsekuensi yang akan kita terima kalau kita tidak kunjung berubah!

Tulisan ini adalah undangan bagi semua umat Tuhan. Mari kita datangi tempat-tempat yang paling tawar, yang paling busuk, yang paling gelap di negeri ini. Biar yang tawar menjadi asin, dan yang gelap menjadi terang. Hai garam dunia, berilah rasa pada bangsa ini! Hai terang dunia, terangilah bangsa ini! Janganlah menjadi tawar ataupun bersembunyi, tapi tampillah ke muka, harumkanlah, dan kembalikanlah kemilau negeri Indonesia!

-tulisan pertama-
hasil perbaikan setelah diorat-oret oleh orang2 yang Dia percayakan untuk menajamkan hidup saya, terima kasih bg Sam, terima kasih ko Iyung, terima kasih teman-teman : Bg Binhot, Ka Tina, Rony, Grace, Feni, dan Beber… #keterangan tambahan sekaligus memperkenalkan orang-orang dahysat ini pada anda sekalian, para pembaca :) mereka penulis-penulis hebat.. *tuh kan mulai deh darah marketingnya keluar.. hakz!*

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.