“Atas Berkat Rahmat Allah” : Tolok Ukur Kiprah Pemerintah

“Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa..” Tentu penggalan kalimat ini tidak lagi asing di telinga kita. Ya, ini penggalan dari alinea ke-3 pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Cukup dikenal, setidaknya oleh orang-orang yang waktu Sekolah Dasar serius mengikuti upacara bendera. Amat dalam maknanya bagi orang-orang yang mencoba menggali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dari pembukaan UUD 1945. Dan sangat luar biasa pesan yang dibawanya bagi kita semua, rakyat Indonesia.

Kata “berkat” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti karunia Tuhan yang membawa kebaikan di hidup manusia, sedangkan kata “rahmat” berarti belas kasih, atau karunia Allah. Kata “karunia” sendiri rupanya menyandang makna kasih, atau pemberian dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah. Jadi, kalau diucap ulang dengan menggunakan pengertian-pengertian di atas, bunyi awal alinea ke-3 UUD akan menjadi seperti ini : “Atas dasar kasih, belas kasihan, pemberian dari Allah yang Mahakuasa yang membawa kebaikan bagi hidup kita (rakyat Indonesia)…”. Agak panjang, tapi maknanya menjadi jauh lebih jelas dari sekedar kata-kata indah yang mudah dihafalkan.

Alinea ke-3 UUD 1945 berbicara mengenai salah satu alasan mengapa bangsa ini menyatakan kemerdekaannya. Jika menggunakan awal alinea hasil bentuk-ulang saya, maka bisa disimpulkan bahwa  kemerdekaan Indonesia didasari oleh kasih sang Pencipta, sebuah pemberian dari-Nya yang ditujukan untuk membawa kebaikan bagi kehidupan manusia. Dicantumkannya pernyataan ini di dalam pembukaan UUD 1945 menunjukkan bahwa para bapak bangsa kita paham betul bahwa bangsa ini berdiri dengan adanya campur tangan Ilahi di dalamnya. Meskipun sulit dijelaskan seperti apa campur tangan Ilahi itu, hati mereka  mengamini hal ini, bahwa Allah memegang peranan dalam pembentukan bangsa ini. Allah adalah Bapak Bangsa kita!

Menjiwai pesan yang dibawa dalam alinea ke-3 UUD 1945, pemerintah negeri ini harusnya mulai menjadikannya sebagai tolok ukur dalam melakukan segala sesuatu. Ketika bertugas, pemerintah – pejabat negara – harus sadar betul bahwa bangsa ini adalah “berkat rahmat Allah yang mahaKuasa”. Artinya, jangan coba-coba untuk berlaku curang, tidak adil atau tidak benar terhadap rakyat yang adalah pemberian sang Pencipta. Sebagai contoh, ketika godaan untuk melakukan korupsi mulai mengintip di dalam hati, pernyataan ini menjadi senjata ampuh untuk menghancurkan godaan. “Bangsa ini terwujud berkat rahmat Tuhan! Mana berani saya korupsi!” kita bisa berujar pada si penggoda.

Di sisi lain, para pejabat negara juga seharusnya tidak lagi berani malas-malasan dengan kepercayaan yang dimilikinya, karena yang empunya bangsa ini bukan cuma rakyat menurut ajaran demokrasi tapi Allah sendiri. Amanat yang diembannya bukan sekedar amanat rakyat, tapi juga amanat Allah sendiri. Ini berarti pertanggungjawaban pemerintah bukan pada rakyat saja tapi juga kepada Allah. Demikian pula yang menilai kinerja pemerintah adalah rakyat dan Allah.

Pemerintah juga harus terus ingat bahwa bangsa ini diberikan oleh-Nya untuk kebaikan umat manusia, yaitu dirinya sendiri, rakyat Indonesia, dan bahkan bangsa-bangsa – jadi bukan untuk dirinya sendiri saja! Sikap egois, tidak peka, tidak bermoral, dan tidak bertanggungjawab harus dibuang jauh-jauh. Sebaliknya, biarlah makna dari alinea ke-3 UUD 1945 ini mendorong pemerintah untuk bekerja dengan penuh ucapan syukur, kemurnian kesungguhan hati. Biarlah pemerintah berkata, mantap, “Atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa, saya telah dipercaya dan saya akan membangun negeri ini!”

-tulisan kedua-

hasil perbaikan setelah diorat-oret (agi) :) Judul awalnya adalah “Pemerintah dan Allah”, judul yang muncul setelah mentok -  tak tau mau beri tulisan ini judul apa. Benar saja, judulnya dibilang ‘kurang-sip’ (saya anggap bentuk halus dari : jelek) eheheh… :) Judul yang dipakai sekarang adalah saran dari bang Sam :)

Teriring rasa terima kasih pada orang-orang yang masih Dia percayakan untuk menajamkan hidup saya, terima kasih bg Sam, terima kasih ko Iyung, terima kasih teman-teman : Bg Binhot, Ka Tina, Rony, Grace, Feni, dan Beber :)

kunjungi web : http://hatidanlogika.wordpress.com/ untuk melihat tulisan-tulisan Ka Tina bendahara kelas kami heheeh :D

Advertisement

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.